Tips Sebelum Memulai Usaha Ternak Ayam Petelur - Ilmu Peternakan Update

Breaking

Popular Hari Ini

Hasil Penelitian ( Penambahan Kulit Ubi Kayu Pada Pakan Ayam Pedaging )

Pengaruh Pemberian Limbah Kulit Ubi Kayu Dan Ampas Tahu Terfermentasi Terhadap Konversi Dan Income Over Feed Cost Pada Ayam Pedagi...

4 Mar 2018

Tips Sebelum Memulai Usaha Ternak Ayam Petelur


http://www.bukausahayuk.com

Telur ayam menjadi komoditas yang paling laku di pasaran. Telur ayam menjadi salah satu sumber protein dengan kandungan protein yang  cukup tinggi. Bahan makanan ini baik dikonsumsi setiap hari. Memasak telur ayam juga sangat praktis, tinggal digoreng atau direbus saja, telur sudah bisa dimakan. Selain dikonsumsi sebagai lauk atau pendamping makanan, telur ayam juga menjadi bahan utama untuk membuat kue.

Jika anda ingin mencoba untuk budidaya ayam petelur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai usaha agar mendapatkan hasil yang diharapkan. Dan berikut adalah beberapa hal yang  harus anda perhatikan:
A.  WHAT (Apa)
 Apa saja kelebihan maupun kekurangan dari usaha budidaya ayam petelur?
a. Kelebihan
Usaha budidaya ayam merupakan salah satu usaha yang menghasilkan omset dengan keuntungan yang cukup besar. Selain itu menjalankan usaha ini juga memiliki waktu yang relatif cukup santai, jadi usaha ini tidak mengganggu kegiatan sehari – hari.
b. Kekurangan
Dalam merawat ayam diperlukan teknik dan pengetahuan yang tepat tentang peternakan. Karena beternak ayam tidaklah mudah, takaran makan, minum, luas kandang serta lingkungan kandang juga harus disesuaikan agar ayam dapat tumbuh dengan baik. Banyaknya penyakit seperti flu burung, dan penyakit ayam lainnya juga dapat mengancam usaha kita.
B WHY (Mengapa)
 Mengapa memilih usaha budidaya ayam petelur? Kami memilih usaha budidaya ayam petelur karena: 1. Prospek atau peluang usaha ini cukup besar untuk dikembangkan. 2. Dapat memberikan pendapatan/keuntungan yang cukup besar. 3. Permintaan telur ayam selalu meningkat dan pemeliharaannya tidak begitu sulit.  4. Tidak memerlukan modal yang cukup besar.  5. Tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak.  6. Peluang pasar yang besar untuk pemasaran.  7. Tidak memerlukan waktu yang begitu lama untuk setiap kali panen.  8. Dapat membuka lapangan kerja bagi orang lain.   
C.   WHERE (Dimana)
 Dimanakah tempat yang tepat untuk melakukan pembudidayaan ayam petelur?
a. Lokasi yang jauh dari permukiman penduduk, karena budidaya ayam petelur menimbulkan pencemaran lingkungan berupa pencemaran udara maupun pencemaran suara. b. Lokasi yang mudah dijangkau oleh pusat-pusat pemasaran. c. Lokasi yang menetap / tidak berpindah-pindah.
D. HOW (Bagaimana)
 Bagaimanakah cara melakukan budidaya ayam petelur hingga menghasilkan produk yang berkualitas?

1. Pemilihan induk.
- Bulu tampak halus dan penuh. - Baik pertumbuhan dan perkembangannya. - Sehat dan tidak ada cacat pada fisiknya. - Memiliki nafsu makan yang baik. - Tidak ada letakan tinja di duburnya.
2. Sanitasi dan tindakan preventif.
Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet. Tindakan preventif dilakukan dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label dari poultry shop.
3. Kualitas dan kuantitas pakan pada induk ayam.
- Kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% & energi (ME) 2900-3400 Kkal.
- Kuantitas pakan terbagi dalam empat golongan umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor; minggu ke-6 (umur 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor; minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor & minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.
4. Pemberian minum. Usia 5 minggu (30-36 hari) 9,5 lliter/hari/100ekor; Usia 6 minggu (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100ekor; Usia 7 minggu (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100ekor & Usia 8 minggu (51-57 hari) 14,1 liter/hari/100ekor. Jadi total air minum pada usia 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/100ekor. 5. Vaksinasi dan obat. - Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada dengan vaksin inaktif / pasif.   - Vaksin inaktif adalah vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan / dimatikan tanpa merubah struktur antigenik, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yang ditimbulkan lebih pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yang diduga sakit. - Persyaratan dalam vaksinasi adalah: ayam yang divaksinasi harus sehat, dosis dan kemasan vaksin harus tepat, dan sterilisasi alat-alat. 6. Pemeliharaan kandang. Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan & dijaga / dicek jika ada bagian yang rusak supaya segera disulam / diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.

E.  WHEN (Kapan) 
Kapankah waktu yang tepat untuk memasarkan telur ayam supaya tidak merugi? Waktu yang tepat untuk memasarkan telur ayam supaya tidak merugi adalah ketika harga jual di pasar bearada pada titik stabil, tidak mengalami penurunan harga yang signifikan.



F.  WHO (Siapa)
 Kepada siapakah target pasar yang dituju untuk memperlancar pemasaran? - Koperasi yang menyalurkan telur (menjual dan membeli telur dengan harga yang sesuai) / pasar. - Pemasok telur. - Rumah-rumah makan yang mempergunakan bahan dasar telur sehingga mereka secara kontinyu membeli telur dari kami.

1.      TUJUAN PEMASARAN
 Mempertahankan pertumbuhan yang positif pada setiap bulannya. 
 Mencapai pendapatan yang stabil.

2.      PENETAPAN HARGA
Harga untuk produk yang pada umumnya dijual menggunakan satuan kilogram ini kami tentukan berdasarkan harga di pasaran pada umumnya.
3.      . PASAR SASARAN (TARGET)
Target utama yang kami tuju untuk memperlancar usaha ini adalah pasar. Di dalam pasar, banyak sekali pemasok telur yang mampu secara kontinyu membeli telur dengan harga yang sesuai. Selain lingkungan pasar, kami akan memasarkan telur ke berbagai rumah makan yang mempergunakan bahan dasar telur dengan kualitas terbaik.
4.      CARA PEMASARAN
Kami menggunakan metode distribusi langsung dalam memasarkan barang, yaitu dengan mengunjungi pembeli ke pasar atau rumah makan. Karena usaha kami yang belum banyak dikenal masyarakat, dengan menggunakan metode distribusi langsung akan dengan mudah bagi kami untuk menjaring pembeli di sekitar tempat transaksi.